KULIAH DI KAIRO

KULIAH DI KAIRO, Siapa Takut!!!

 

 

“Beberapa waktu yang lalu, saya masih siswa MAN 2 Ngawi, sekarang mahasiswa IAIN Surakarta, tahun depan saya sudah menjadi Mahasiswa Al-Azhar, sungguh hadiah terindah dalam hidup saya. Inilah impian saya,” Kalimat motivasi personal yang cukup panjang keluar dari mulut Dewi Maharani, Alumni MAN 2 Ngawi sekaligus calon mahasiswa S2 Al-Azhar, Kairo.

Bisa kuliah secara gratis – beasiswa penuh – di Luar negeri adalah dambaan setiap siswa seluruh Indonesia. Bukan berarti mengesampingkan pendidikan yang terdapat di Indonesia. Pendidikan di Indonesia juga sangat bersaing di kancah Internasional. Terbukti beberapa prestasi dapat dicetuskan oleh beberapa universitas yang ada di Indonesia. Namun, untuk memperoleh suatu pengetahuan mungkin kita harus keluar dari kampung halaman, menyerap ilmu yang terdapat di luar negeri, kemudian kembali untuk membangun bumi pertiwi.

Salah satu kampus yang menjadi dambaan siswa muslimin adalah Universitas Al-Azhar, yang terletak di Kota Kairo, Mesir. Universitas Al-Azhar, adalah salah satu pusat utama pendidikan sastra Arab dan pengkajian Islam Sunni di dunia dan merupakan universitas pemberi gelar tertua kedua di dunia. Universitas ini berhubungan dengan masjid Al-Azhar di wilayah Kairo Kuno. Tak khayal jika Kampus tersebut menjadi impian kaum muslimin. Salah satu siswa yang beruntung adalah Dewi Maharani. Dia berhasil menembus jalur beasiswa S2 di Universitas Al-Azhar.

“Sebenarnya kemarin ingin bisa langsung kuliah di Kairo, namun belum mengetahui regulasinya, sehingga saya putuskan untuk ambil S1 di IAIN Surakarta. Alhamdulillah dapat jalan menuju Kairo,” jelas Dewi di Ruang Bimbingan Konseling, MAN 2 Ngawi. Sebenarnya untuk memperoleh beasiswa di Kairo tidak terlalu sulit, salah satu syaratnya adalah mempunyai hafalan Al-Quran 2 Juz saja, tambah Dewi. Selain itu harus mampu berbahasa Arab.

“Alhamdulillahnya lagi, selama belajar di MAN 2 Ngawi ini saya diajari Bahasa Arab oleh guru-guru terbaik, sehingga saya mampu memahami Bahasa Arab dengan baik,” papar wanita yang sulit diajak berekspresi saat difoto.

Melihat rona wajah Dewi yang selalu gembira ketika diwawancarai, membuat aura disekitarnya menjadi terlihat lebih positif. Sehingga muncul keyakinan bahwa siswa MAN 2 Ngawi bisa bersaing di kancah nasional bahkan Internasional.

“Jelas saya tidak ingin sendirian di Kairo, saya akan mengajak adik-adik yang sekarang masih duduk di bangku sekolah MAN 2 Ngawi ini untuk ikut kuliah bersama saya di Kairo. Saya akan membantu mereka dalam memproses regulasinya. Insyaallah dari MAN 2 Ngawi akan ada yang jadi mahasiswa Al-Azhar lain selain saya,” tutup Dewi Maharani. (Skm/42/art/m2n)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *